Rabu, Juli 20, 2016

IslamiQpedia - “Whoever controls the media, controls the mind”

Assalamu alaikum teman-teman ? gimana kabarnya ? semoga sehat selalu dan tetap dalam perlindungan Allah S.W.T.

Well, kali ini membahas tentang sesuatu yang berat. (bukan batu nyak :3). Yaitu masalah "Media" khususnya media nasional kita. Tentunya berbicara tentang media, akhir-akhir ini kita sering melihat di tv-tv nasional yang dengan sengaja memberitakan tentang hal-hal "Negatif" dari agama Islam, seolah-olah ingin menjatuhkannya. 

Parahnya, masyarakat awam kita yang mayoritas muslim, dengan percaya dan termakan oleh apa yang diberitakan TV Nasional tersebut. Sehingga, tak sedikit dari mereka bahkan turut menjatuhkan saudara dan agamanya sendiri. Tak ketinggalan pula, diperparah dengan anak-anak muda yang kurangnya mendapatkan informasi yang benar serta minimnya ilmu pengetahuan dari Quran dan Sunnah membuat mereka dengan polosnya mendukung pemberitaan anti-islam itu. Naudzubillah.

Yah, itulah realita yang terjadi di negara tercinta kita ini. Sebuah kondisi yang sangat menyedihkan dan patut kita renungkan bersama.

Lantas, apa yang mesti kita lakukan ? apa yang seharusnya saya lakukan sebagai warga indonesia sekaligus pribadi muslim ?


Tak banyak yang dapat saya perbuat, karena mungkin saya tergolong dari anak-anak muda jaman kini, yang pada dasarnya sangat kurang mendapatkan informasi yang benar serta masih sangat dangkal mengenai ilmu dari agama saya sendiri. Hasbunallah.

“Whoever controls the media, controls the mind”
 
Teman-teman pernah dengar Quote ini ? Sebuah Quote lama yang selalu saya ingat hingga muncullah "IslamiQpedia", salah satu dari niat saya untuk mendapatkan ridha dari Allah, yang mudah-mudahan dinilai sebagai amal jariyah.

IslamiQpedia adalah sebuah gagasan kecil, yang sejak lama saya impikan dapat terwujud untuk hadir ditengah-tengah teman-teman sekalian, khususnya bagi para generasi-genarasi muslim penerus bangsa. Kehadiran "IslamiQpedia" ini sebenarnya telah lama, sejak akhir 2015. Saat itu idenya muncul dari beberapa komentar pembaca di akun saya "@siQode" yang selalu bertanya perihal agama kepada saya, padahal sejatinya saya adalah orang awam dalam urusan agama. Oleh karenanya, agar memfasilitasi para pembaca untuk menemukan jawaban ataupun sekedar ingin membaca dan memperdalam ilmu agamanya, sayapun membuat media islamiQpedia ini.

Awalnya, berbagai konsep desain mewarnai pembentukan akun islamiQpedia ini. Mulai dari menentukan domain yang tepat, pembuatan logo, hingga konsep yang ingin saya sajikan untuk media ini. Hingga pada akhirnya terbentuklah akun @islamiQpedia dengan logo seperti di atas. Sejak saat itu pula saya mencoba untuk memosting beberapa pengetahuan yang saya dapatkan ditambah dengan informasi dari om Google. Baru beberapa hari setelah saya buat akun ini, jumlah followernya di IG mencapai 5rb lebih. Tentunya angka ini cukup menakjubkan bagi permulaan sebuah media. Namun sayangnya, karena kesibukan beberapa agenda kegiatan, 2 bulan setelah saya berusaha sendiri untuk tetap mengaktifkan akun ini hingga mencapai angka 20rb follower, saya pun tak dapat melanjutkannya (baca: off-line).

Dan tepat bulan lalu, sebelum memasuki bulan puasa. Dengan support dari teman-teman, akun @islamiQpedia pun saya aktifkan kembali. Namun kali ini lebih spesial, karena saya di bantu oleh teman-teman yang sungguh sangat luar biasa di bidangnya. Saya pun membentuk tim yang akan mencoba untuk mengembangkan media @islamiQpedia ini. Boleh dibilang ini adalah dream team, sebab semua udah ahli dalam bidangnya, ada bagian videography, design, merchandise, social media and web content manager hingga seseorang ahli IT developer. Dan sebuah kesyukuran besar, mereka semua bekerja "lillahi ta'ala" untuk menyebarkan syiar islam. :')

Hingga akhir bulan ini, alhamdulillah jumlah follower IGnya mencapai angka 100.000.  Semoga kle depan kami bisa tetap terus istiqomah untuk saling berbagi manfaat dan menyiarkan agama islam :).


www.islamiQpedia.com
FB : IslamiQpedia
Twitter : @islamiQpedia
Instagram : @islamiQpedia

 

Selasa, Juli 19, 2016

PAUD AS-SHAFA - Sebuah impian besar keluarga :')

Selamat Datang Murid Baru :)


Senin, 18 Juli 2016, pukul 07.30 Waktu Indonesia Bagian Makassar.

Hari dimana rumah kami kembali ramai dengan suara anak-anak kecil yang siap menyongsong masa depan yang cerah di bawah naungan agama Islam. Setelah 1 bulan lebih (hampir 2 bulan) anak-anak PAUD As-Shafa libur dikarenakan jadwal puasa bulan Ramadhan, kini mereka siap untuk kembali menerima pelajaran di sekolah.


Meja Pendaftaran Murid Baru
Namun, hari ini adalah hari spesial, sesuai dengan peraturan pemerintah yang tertera dalam kalender pendidikan, maka PAUD As-Shafa pun memiliki jadwal baru begitupun dengan jadwal penerimaan anak didik baru. Oleh karenanya, sejak pagi tadi PAUD kami kembali membuka pendaftaran anak didik periode 2016-2017, dan alhamdulillah dalam waktu 2 jam lebih, kuota 40 orang anak langsung hampir terpenuhi.




Anak-anak baru PAUD As-shafa

Yah, inilah PAUD As-Shafa. Sekolah yang didirikan oleh hasil musyawarah keluarga kami, dengan langsung dibimbing oleh ibu saya sekaligus menjabat sebagai ketua yayasan. Paud As-Shafa merupakan sebuah cita-cita besar dan keinginan ibu saya untuk meramaikan rumah kecil kami dengan aktivitas yang berkenaan dengan Qur'an dan Sunnah.

Alhamdulillah, sejak 2013, awal didirikannya PAUD As-Shafa, kini telah berumur lebih dari 3 tahun, PAUD As-Shafa telah meluluskan hingga 100 lebih anak sholeh dan sholehah dengan kemampuan yang tidak hanya unggul dalam akademik namun juga memiliki potensi sebagai penghafal Al-Qur'an. Bagaimana tidak, anak yang baru berumur 2 tahun hingga 3 tahun, selama bersekolah di PAUD As-Shafa sudah dapat menghafal Al-Qur'an jus 30 bahkan ada yang mampu hingga jus 29. MasyaAllah.


Media Pembelajaran Konvensional

Perjalanan PAUD As-Shafa.

Bisa di bilang PAUD As-Shafa ini adalah sebahagian dari rumah syurga kami. Hampir 1/2 dari luas wilayah rumah  kami yang berukuran 9x10 meter, digunakan sebagai ruangan PAUD As-Shafa, yang juga menjadi hambatan dari tahun ke tahun beriringan dengan jumlah peminat orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di PAUD As-Shafa ini.


Ruang Belajar Paud As-Shafa

Sejak 28 Januari  2013, PAUD As-Shafa awalnya hanya menerima 15 orang anak didik sebagai pengenalan ataupun ujicoba, yang langsung diajar oleh ibu dan dibantu oleh 1 orang guru (ustadzah) kenalan ibu. Hingga berjalan Juli 2013, kami pun membuka kembali sebagai tahun ajaran baru, yang alhamdulillah sebanyak 20 anak (sebagian anak berasal dari awal) siap menerima pelajaran di PAUD As-Shafa di periode tersebut.

Di bulan Juli tahun 2014, setelah menamatkan 20 orang anak didik di periode awal, kembali lagi kami membuka pendaftaran. Dan sekali lagi alhamdulillah kuota 20 orang terpenuhi. Malah, di tahun ini, jumlah anak didik bertambah hingga 30 anak dikarenakan banyaknya peminat. Hal ini tentunya kendala bagi kami, dikarenakan tempat ataupun ruangan yang kami gunakan sama sekali tidak berubah berbanding terbalik dengan jumlah anak didik yang bertambah. Untuk mengatasi hal ini, maka jumlah pengajar nya pun ditambah hingga menjadi 3 orang (tidak termasuk ibu saya). Selain itu, media pembelajarannya pun bertambah, berupa sebuah TV yang dapat digunakan para ustadzah untuk memberikan tontonan pelajaran bagi murid.


Ruang belajar - Media TV Pembelajaran

Di tahun 2015, lagi-lagi alhamdulillah jumlah peminat mencapai 40 orang. Ada yang berbeda di tahun ini. Dengan bantuan keluarga Pak Yusuf, alhamdulillah kelas PAUD As-Shafa bertambah 1 ruangan, yang terletak di rumah beliau, yang langsung bersebrangan dengan rumah kami. Sungguh kami sangat bersyukur atas keikhlasan keluarga Pak Yusuf untuk mengizinkan menggunakan salah 1 ruangan di rumah beliau sebagai tambahan kelas untuk mengatasi banyaknya anak didik.

Begitupun kembali di tahun 2016 ini, PAUD As-Shafa hanya menerima 40 anak didik, walaupun hingga hari ini (Selasa, 19 Juli 2016) masih banyak orang tua murid yang ingin mendaftarkan anaknya. Tapi apa daya, kami harus membatasi jumlah pendaftar untuk 40 orang anak.


Wahana Bermain PAUD As-Shafa


Impian besar PAUD AS-SHAFA

Yah, mungkin sebuah impian besar ataupun cita-cita ibu kami, pun sekaligus impian kami sekeluarga, yaitu ingin sekali rasanya memperbesar rumah kami agar dapat menjadi tambahan kelas belajar bagi anak-anak penerus bangsa dan agama,bagi anak-anak berakhlak yang nantinya bisa bermanfaat bagi keluarganya, serta anak-anak cerdas bukan hanya ilmu dunia, namun juga ilmu akhirat.

Saya sendiri pribadi ingin mewujudkan impian ibu dan keluarga saya. Walau selama ini saya tidak dapat memberikan kontribusi langsung dalam perkembangan PAUD As-Shafa ini, selain sebagai pemberi ide ataupun membantu dalam manajemen kepengurusan (Yah.. sekali-kali bantu bersihkan kelas kalau kebetulan saya di rumah hehe), ingin sekali rasanya turut pula mengambil bagian langsung dengan berupaya memberikan yang terbaik bagi PAUD As-Shafa ini.

Yah, insyaAllah paling tidak, ketika saya punya istri (eccieee..uhuk), dia bisa turut mengajar dan membantu para ustadzah lainnya. (bukan #QodeKeras.. haha).

Jumat, Juli 15, 2016

Ilustrasi Buku - Kisah Ramadhan Mahasiswa Rantau



Yak, alhamdulillah project ilustrasi pertama siQode dalam sebuah buku terbitan Mahasiswa Rantau. Walau masih awal dan sangat sederhana, saya mencoba untuk memberikan ide ilustrasi di tiap coretan para penulis hebat yang menempuh pendidikan di berbagai belahan dunia.

Salah satu ilustrasi saya di buku MahasiswaRantau


Bagaimana tidak bangga, mulai dari tim penyusun hingga penulis ialah orang-orang hebat yang bisa dijadikan inspirasi, bahkan tak ketinggalan, buku ini di support oleh orang-orang yang sudah punya nama di dunia akademik.


Berikut kutipan ucapan terima kasih Ketua tim Pelaksana kak bia selaku inspirator MahasiswaRantau.com ini:

Sempat pesimis dengan project ini. Berkali-kali melewati deadline karena ada saja hambatan yang datang dari mana-mana, namun solusinya pun tak disangka-sangka. Project pertama yang membawa kami benar-benar memasuki dunia jurnalistik, publikasi, penerbitan, pun komersial; yang sebelumnya bergelut di ranah Cinematography. Dari rencana awal buku akan dicetak secara indie, hingga mendapat tawaran mengajukan ISBN. Ala kulli hal, the book is DONE!

Terima kasih tak terhingga kepada pihak yang membantu terbitnya buku perdana dari MahasiswaRantau.com in
1. Kontributor terbaik yang tersebar di 5 benua.
2. Media Penerbit: Dream Litera
3. Media Partner: MalabarProject dan Pangkepena
4. Ilustrator: @Forzayogi dan komikus Islami Muhammad Nur Qadri @siQode
5. Dukungan dari:
- Bpk Prof. Moh. Nuh (Mendikbud Indonesia yg ke 28)
- Ibu Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu (Rektor Universitas Hasanuddin Makassar)
- Ibu Tieneke Ayuningrum B.Eng, M.Sc (Penulis Danke Deutschland)
- Ibu Dr. phil. Siti Rokhmawati Susanto (Akademisi, DAAD Awardee)
- Mas Budi Waluyo (Ford Foundation dan Fullbright Awardee, Pendiri Sekolah TOEFL)
- Ach. Dhofir Zuhry (Ketua STF Al-Farabi, Malang)
6. Teman - teman bermain di ‪#‎MatiBerkarya‬, Sultranesia, Encompass Indonesia, Travenesia, StandUpComedy Malang, dan Radio PPI Dunia

Last but not least to my team in crime, Muhammad Sabiq Jefri Indo Kezia Siszy Debora La Kangur Adamry Muis Bayu Anggara Muh Taslim Rahman Riqar Manaba
And, the man behind this Project, Mr. Hamka Rasufit. Salut Boss! Terima kasih telah mengurusi semuanya. Maafkan saat raga dan pikiran seringkali tak bisa membantu.. Faigk!
Calling the team... Are you ready for the next project? :D
‪#‎MahasiswaRantau‬ ‪#‎MahasiswaIndonesia‬ ‪#‎EidMubarak‬ ‪#‎Ramadhan‬ ‪#‎Ramadan‬ ‪#‎IdulFitri‬
-----------------------------------------------------------------------------------------
Info pemesanan sekalian beramal: http://goo.gl/SDorzq
P.S: Limited dan tak didapatkan di toko buku mana pun

Kamis, Juli 14, 2016

let me hack my life !

Tak terasa seminggu Ramadhan telah beranjak meninggalkan kita. Banyak peristiwa juga kenangan yang mungkin tak terlupakan khususnya bagi pribadi sendiri. Berbagai macam aktivitas, kegiatan, event, serta tingkah laku dadakan yang terjadi spesial hanya selama bulan yang penuh rahmat tersebut.

Entah perasaan bagaimana yang mesti kita ambil ? Apakah harus berbahagia karena meraih kemenangan setelah berpuasa menahan godaan hawa nafsu selama 30 hari ? ataukah perasaan bersedih karena harus berpisah dan meninggalkan kekasih yang hanya datang sekali selama setahun lamanya ? :'(

Semoga kita semua masih bisa dipertemukan kembali dengan bulan maghfirah,bulan penuh ampunan, bulan Ramadhan. Sehingga bisa memaksimalkan serta menyempurnakan kembali aktivitas ibadah kita dengan sebaik mungkin.


Lah, terus apa hubungannya dengan judul tulisan let me hack my life

Yah, sesuai dengan judulnya, kali ini saya ingin menuangkan pikiran saya, apa yang akan mesti saya lakukan sehabis Ramadhan ini. Alhamdulillah, sehabis diberikan rezeki dan kesempatan untuk mengisi 1/2 Ramadhan di kota kebanggaan umat muslim. Dengan izin Allah dan petunjuk dari-Nya, saya menentukan niat dan tekad, yang sedari dulu saya galau (ciiiee.. galau :3) terus memikirkannya. Tak lain dan tak bukan adalah bagaimana langkah untuk meraih masa depan hidup saya. 

Cerita dimulai setelah saya menyelesaikan studi pascasarjana saya di bulan september 2015 kemarin. Ada begitu banyak plan yang terpikirkan dan telah saya tuliskan pada sebuah catatan kecil tertempel di sudut dalam kamar kosan lama. 

Namun, semuanya pun terkendala untuk diwujudkan secara langsung, disebabkan karena ketetapan Dikti (sebagai penyokong kehidupan saya selama kuliah) untuk berkewajiban mengabdi menjadi di Dosen di salah satu perguruan tinggi setelah menyelesaikan masa studi. Saya pun melaksanakan tugas tersebut, hingga suatu masa dan peristiwa saya memilih untuk meninggalnya. (Bagaimana cerita selama saya menjadi dosen pengabdian hingga memilih untuk resign, saya akan posting pada thread2 berikutnya). 

Tibalah Ramadhan kemarin, saya diberikan rezeki dan kesempatan untuk berdoa memohon petunjuk Allah apa yang sebaiknya saya lakukan dalam mengganti ataupun mewujudkan niat-niat saya yang telah ada sebelumnya. 

 So, let me write down what i'll do for hacking my live. 

1). Niat bekerja pada perusahaan swasta asing. 
Mungkin sebagian mahasiswa ataupun mahasiswi yang telah lulus dari masa kuliahnya, akan memilih untuk mencari sebuah pekerjaan yang layak untuk melanjutkan hidupnya. Hal itupun pernah terlintas dalam benak saya. Bahkan, beberapa bulan lalu saya telah mengirimkan 2 lamaran pekerjaan pada 2 perusahaan asing yang cukup memiliki nama di tanah air ini. Menurut rencana awal, hasil seleksi berkas calon pelamar akan diumumkan Agustus ini. 

Namunsaat ini saya mengurungkan niat saya untuk bekerja menjadi seorang pegawai ataupun seorang buruh. Setelah berbagai macam angin berhembus baik dari dalam maupun dari luar (baca; pikiran dan alasan) saya mengambil keputusan untuk tidak memilih menjadi seorang pekerja pada sebuah perusahaan (saat ini). Alasan klasik dan yang paling mendukung keputusan ini ialah "saya ingin bebas bergerak"

2). Melanjutkan Studi (S3).
Selain niat untuk bekerja, hal yang terus berada dalam benak saya hingga sebelum ramadhan kemarin ialah melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi (S3). Sejak memutuskan untuk berhenti menjadi pengajar (sejenak), saya nekad kembali berangkat ke Pare-Kediri, pusat perkampungan bahasa Inggris yang ada di pulau jawa, tidak lain untuk belajar bahasa inggris dan mengejar nilai IELTS sebagai kebutuhan untuk melanjutkan studi saya.

2 bulan setelah proses pembelajaran, setelah akhirnya melalui tes IELTS yang cukup menguras pikiran dan kantong, alhamdulillah saya mendapatkan nilai "pas-pasan" untuk mencoba mengajukan LoA di beberapa kampus di luar negeri. Dengan informasi dan dukungan dari Pembimbing TA kemarin, alhamdulillah saya mendapatkan 2 LoA dari 2 kampus berbeda di Belanda dan Jepang.

Namun, lagi-lagi saya merenung hingga akhirnya menunda untuk melanjutkan pendidikan saya sementara demi sebuah alasan yang mungkin sebagian orang di sekitar saya tidak menduga hal tersebut.

3). Nikah... hmmm....
Nikah !? hahaha... Bagi pria dengan umur udah seperempat abad, yang telah menyelesaikan studinya, bukan lagi rahasia jika sebagian telah berpikir untuk melanjutkan ke tahap pernikahan. Saya tak bisa membohongi diri saya, kalau memang pikiran untuk nikah ini pernah hinggap terbayang-bayang di kepala saya.

Namun lagi-lagi saya harus memaksa diri saya untuk menghapus kata "nikah" dari perbendaharaan kata di otak saya untuk sementara. Yah, alasannya klasik, belum ada rezeki, belum ada jodoh, belum siap, dsb... :p. Dan yang paling penting karena sebuah syarat dari sebuah alasan yang mengharuskan saya untuk tidak menikah :).

4). Mencoba sesuatu hal yang sudah lama saya impikan.
Yah, mungkin pilihan yang ke-4 ini adalah sebuah alasan yang dari tadi saya singgung tidak jelas pada pilihan-pilihan sebelumnya. Sebuah alasan yang mungkin sebagian orang tidak mengerti mengapa saya memilih pilihan ini. Tidak lain menjadi seorang "Pengajar muda gerakan Indonesia mengajar". 
Image result for Logo Indonesia mengajar
Gerakan Indonesia Mengajar bukan lah hal baru, hingga kini telah 12 angkatan yang telah berangkat dan menyelesaikan hutang mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun bagi saya, menjadi pengajar muda ialah cita-cita yang telah lama mimpikan sejak duduk di bangku kuliah semester 3 program sarjana.

Dan alhamdulillah, di akhir bulan ini, setelah serangkaian proses seleksi, saya bisa mewujudkan mimpi saya itu :')


Lantas, Bagaimana dan mengapa saya memilih Indonesia Mengajar untuk melanjutkan drama hidup saya akan saya jelaskan pada thread selanjutnya... :')
 
© Copyright 2035 QadryQade'
Theme by Yusuf Fikri