Kamis, Februari 28, 2013

RISTOJA 2012

 

Halo.. Halo...
bagaimana kabar semua ? Lama tak bersua. Alhamdulillah, setelah kemarin sibuk dengan namanya Tugas Akhir alias SKRIPTIS, eh SKRIPSI, yang membuat ane jatuh bangun mengejar deadline, sehingga terkadang ga' bisa bangkit lagi (ngomong apa saya -_-), akhirnya Sekarang ane bisa bersihin lagi nih blog dari sarang laba-laba dan kotoran-kotoran serangga yang ndak jelas dari mana asalnya -_-. Nah...Setelah kemarin selesai Tugas Akhirnya, ane dapat Job dari dosen namanya RISTOJA. Apa dan bagaimana itu RISTOJA ? akan ane bahas pada kesempatan kali ini wahai saudara-saudaraku seiman dan sepeanggungan... :P

RISTOJA...
mungkin kita pernah mendengar "BUNGA SEROJA"... nah, RISTOJA itu masih berhubungan dengan bunga. Secara spesifiknya adalah berhubungan dengan TANAMANnya. RISTOJA merupakan kependekan dari RISET TANAMAN OBAT-OBATAN DAN JAMU, merupakan salah satu agenda kerja dari BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. RISTOJA sendiri ini merupakan sebuah riset penelitian dengan tema Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnofarmakologi dan Tumbuhan Obat di Indonesia Berbasis Komunitas

Negara kita merupakan negara yang sangat kaya dengan tumbuh-tumbuhan ataupun tanaman yang memiliki banyak manfaat, khususnya dalam bidang kesehatan. Tercatat hanya ada lebih dari 7000 spesies tanaman yang dijadikan obat jamu pada saat sekarang ini, padahal kita tahu bahwa masih ada banyak tanaman lain hingga ratusan ribu yang bisa kita manfaatkan. Mungkin telah banyak dilakukan penelitian sebelumnya mengenai tanaman obat-obatan di Indonesia, tapi hingga kini belum ada pencatatan yang pasti mengenai tanaman tersebut. Bahkan, sungguh disayangkan sudah banyak tanaman kita yang dipatenkan oleh negara lain, itu karena tidak adanya bukti bahwa tanaman itu berasal dari negara Indonesia. Nah, dengan adanya RISTOJA, diharapkan adanya database berupa daftar obat-obatan dan jamu yang nantinya sangat berguna pada seluruh bidang kesehatan.

RISTOJA MAMASA 2012

Adapun penelitian RISTOJA tahun 2012, terbagi atas 5 wilayah di Indonesia, 1 Tim Peneliti terdiri dari 5 orang yang ahli pada bidang yeng telah ditentukan, dan akan melaksanakan penelitian hingga 21 Hari. Penelitian dilakukan dengan cara menanyakan pada ahli pengobatan setempat, mantri, dukun atau sebagainya tentang teknik serta tanaman yang dipakai untuk pengobatan. Nah, kebetulan saya berada pada salah satu tim peneliti RISTOJA, untuk daerah Sulawesi Barat, Kabupaten Mamasa. Daerah Wilayah Mamasa.


layaknya Ethnic Runaway, kita (tim peneliti) tinggal didaerah pedalaman, yang agak sulit untuk dijangkau. Untuk sampai ke Kota Mamasa saja dibutuhkan 16 Jam perjalanan dari kota Makassar. Setelah sampai ke kota Mamasa, kita bergerak menuju Desa Sumarorong, Dusun Batarirak, yang membutuhkan 5 jam perjalanan, dengan jalan yang Super Hancur. Mobil harus di dorong, di daerah tanjakan, bahkan kita menggunakan Kuda untuk sampai ke tempat penelitian.

21 Hari berada di daerah Pedalaman... WOW
Yak, selama hari-hari yang memberatkan itu, kita mencoba menemui beberapa dukun setempat guna diwawancarai. Tidak semua berhasil, kadang kala ada dukun yang enggan menyampaikan informasinya, katanya nanti bisa kami salah gunakan, bahkan ada dukun yang marah ketika kita mencoba untuk medekatinya. Tentu hal ini sangat menakutkan bagi kami. Terlebih lagi, daerah penelitian kami, menurut saya sangatlah menyeramkan. Kenapa ? ada beberapa alasan kenapa saya sebut menyeramkan, diantaranya :
  
*Kesulitan Berkomunikasi
Daerahnya tempat penelitian kami, orang-orangnya masih agak kurang dengan pengetahuan umum. Agak sulit untuk berkomunikasi dengan warga setempat, karena umumnya masih kurang dengan Bahasa Indonesia,namun tidak semua. Ada juga yang telah bersekolah khususnya bagi anak remaja, katanya orang tua telah mulai mengerti arti pendidikan, sehingga mencoba untuk memberikan pendidikan untuk anak mereka, walaupun mereka sendiri tidak mendapatkannya.

 *Jaringan, Air Bersih, Listrik, Elektronik Susah
Yak... Untuk akses jaringan komunikasi agak susah di daerah ini, kita harus berjalan ke bukit (sekitar 2 KM tanjakan) untuk mendapat sinyal -_-'. Belum lagi listrik yang susah, harus nunggu hujan keras, agar sungai mengalir dengan deras, sehingga pembangkit listrik dapat nyala. Begitupun dengan air bersihnya, kita harus menyaringnya dari air hujan ataupun aliran sungai.

*Makanan
sebenarnya, untuk makanan kami tidak terlalu repot, karena kami telah menyiapkan Mie Instan dan Telur buat persiapan. namun, untuk mengkomsumsi makanan lain, kami harus berhati-hati. Bukan karena masalah tidak menghormati, kami berusaha untuk menjaga aqidah kami. Perlu diketahui bahwa 100% daerah tempat penelitian kami dihuni oleh masyarakat yang berbeda agama dengan kami. Namun, dalam kehidupan sehari-hari kami disana, masyarakat sangatlah arif dan bijak, serta sangat menghormati keyakinan kami.

 *SetanG, Makhlus Halus, Benda Keramat
 Nah.. ini yang paling menyeramkan. Daerah tempat penelitian kami, bisa dibilang begitu Ekstrim, tengah hutan dengan Kegelapan yang parah, serta bangunan-bangunan bersejarah berupa rumah adat masyarakat setempat berupa rumah ada yang mirip dengan Rumah Tongkonan dari Toraja, Sulawesi Selatan, yang kita harus tinggal didalamnya -_-. 

Yak, begitulah hari-hari kami ketika penelitian, dan akhirnya penelitianpun selesai dengan hasil 40 tanaman Herbal oleh 10 Dukun Setempat yang berhasil kami dapatkan. InsyaAllah, kesempatan ini merupakan pengalaman berharga buat saya, dan mudah-mudahan masih bisa lagi dapat Job kaya' ginian ^^.

GALERY RISTOJA SUL-BAR 2012



 

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 QadryQade'
Theme by Yusuf Fikri