Sabtu, Mei 11, 2013

another "..."




Tanya         : Apakah kamu dekat dengan seseorang ?
Jawab         : yup….

Tanya         : Bagaimana kedekatanmu ?
Jawab         : Sangat dekat, saling menyayangi, saling memberi perhatian, namun bukan berpacaran. Kami hanya sahabatan, sebatas seperti saudara.

Tanya         : Saudara ? (dahinya berkerut)… Apakah itu cuman alibi, bahwa sebenarnya kamu mencintainya ?
Jawab         : (ketawa dalam hati)… masalah cinta adalah masalah perasaan. Tentunya saya akan tetap berusaha untuk menutupinya, membuatnya mengalir dengan tenang. Selama dia bahagia, sayapun bahagia menikmati kebersamaanku.

Tanya         : Apabila kamu suka dengannya, terus kamu telah menyatakannya, lantas dia masih tetap lebih memilih dengan lain. Bagaimana perasaanmu ?
Jawab         : (menghelas nafas)… Tentu saja saya sangat kecewa… Perasaan kecewa itu pastilah ada…

Tanya         : Lalu ?
Jawab         : Saya akan selalu berusaha untuk mengikhlaskannya, walaupun itu pastilah sangat susah. Mau bagaimana lagi ? saya tidak bisa dengan gamblang memaksanya untuk memilihku, untuk beralih kepadaku. Jelas dia memilih orang lain itu karena orang itu pantas dan dia juga sangat suka dengannya. Saya tidak ingin memaksanya dan membuatnya sakit hati untuk memilihku. Sudah biarkan saja, kita juga merasa bahagia apabila ia juga bahagia dengan yang lain.

Tanya         : Apakah kau akan berusaha untuk tetap mengejarnya ?
Jawab      : Masalah jodoh sudah diatur oleh di atas, sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Santai sajalah… 

Tanya         : Oh ya ?
Jawab         : Tentu saja, sekali lagi saya tidak mau  mengubah takdirku yang tertulis, memaksa untuk mengganti nama jodohku disana. Saya tidak mau memaksa takdir mendekatkanku dengan dirinya. Semua itu kembali pada takdir.. Destiny

Tanya         : Hmmm… (keningnya berkerut)
Jawab         : Kenapa ?

Tanya         : Kamu orang yang tabah yah ?
Jawab         : Tetap berusaha untuk tabah kok ^^. Saya sebenarnya bukan tipe pria yang mau ribet dengan masalah cinta. Sejak dulu saya acuh tak acuh dengan cinta. Tapi seiring waktu berjalan, semakin dewasa semakin besar pula perasaan mencintai. Saya sudah belajar dari kisah-kisah teman disekitar saya. Saya berkesimpulan bahwa sebaiknya cinta itu harus dilandaskan dengan rasa ikhlas… tidak memaksa…

Tanya         : Lantas, apakah kamu kecewa selamanya sama orang yang kamu sangat cintai namun ia pergi begitu saja ?
Jawab         : Tentu saja sangat kecewa, akan tetapi insyaAllah tidak selamanya. Tetap saya ikhlas untuk selalu mendoakan kebahagiaannya. Kita boleh saja kecewa berat dengan orang lain, namun jangan sampai membencinya dan menjadikannya musuh. Tetap jalin persaudaraan, jalin silaturahmi dengannya. Tahu sendiri kan… apabila rasa benci, iri hati dan sebaginya bersemayam dalam  hati, hidup ini akan merasa tidak tenang ^^.

Tanya         : Terus, sekarang apa yang akan kau lakukan ?
Jawab         : Seperti yang saya katakan tadi, saya akan tetap menjalin tali silaturahmi. Saya suka dengan keadaanku sekarang. mencintainya selayaknya saudara, melihatnya bahagia, melihatnya senang, tersenyum di kejauhan, serta selalu mengawasinya dari tempatku ini. Kapan dia butuh bantuan, saya sebagai saudara akan selalu siap untuk membantunya. ^^

Tanya         : Hmmm… Apa jadinya kalau dia betul-betul akan meninggalkanmu ? tidak ingin lagi berteman denganmu ? 
Jawab         : Walaupun ada rasa kecewa, InsyaAllah tetap berpikiran positif. Ketika kita merasa ada orang yang sedang menghindari kita, maka boleh jadi cara mengatasinya adalah menunggu sejenak hingga suasana lebih nyaman. Bukan justeru langsung melakukan konfrontasi dan konfirmasi besar-besaran.Tenang saja, salah paham akan terselesaikan dengan baik; kekeliruan bisa diperbaiki; kekecewaan bisa diobati. Sepanjang mau bersabar sejenak dan selalu tulus. (Tere Liye).    

Tenang saja, ketika sesuatu yang kita anggap baik berakhir, ketika kita kehilangan seseorang yang kita nilai spesial, ketika sebuah kesempatan emas hilang maka, tenang saja, akan datang sesuatu pengganti yang lebih baik, seseorang yang lebih istimewa, pun kesempatan emas lainnya. Pastikan saja syaratnya dipenuhi: bersabar. Bagi orang2 bersabar, selalu datang hal-hal baik sebagai pengganti hal-hal sebelumnya. (Tere Liye).

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 QadryQade'
Theme by Yusuf Fikri