Sabtu, Mei 11, 2013

thingking about you....




Bagaimana kabar wahai pujaan hati ? apa kabarnya ? kuharap engkau baik-baik saja... eh -_-, kok jadi lagu kangen band yah ? -_- hhaha. Yak, lagi lagi aku mengingatmu disaat kesibukanku yang semakin menjadi-jadi ini, sedikit berharap engkau ingat diriku, tapi sudahlah, hanya sebatas angan-angan, toh ada orang lain yang selalu kau ingat. Yah, setidaknya saya cuman berharap engkau sehat selalu dan senang selalu, serta semangat puasanya. ^^

Yah, tapi inimi dibilang "KEHIDUPANGA", mencintai dan dicintai, merindu dan dirindukan, sayang dan menyayangi, membenci dan dibenci, semua adalah siklus yang harus dijalani di kehidupan ini. Toh kita adalah manusia yang hidup di dunia yang akan saling berinteraksi satu sama lain. Jadi persoalan kita mencintai atau kita merindu itu adalah hal wajar, bahkan bisa dibilang anugerah ^^.

So ?
kembali kejudul "thingking about you"... mengingat tentangmu... (*harus di google terjemahan dulu, supaya arti bahasa inggrisnya gak malu-maluin.. hahaha). Yak, mengingat tentangmu tidak bisa saya pungkiri dan tidak bisa saya .... saya.... (endahkan atau indahkan ? atau apakah itu?). Secara mengingat itu merupakan aktivitas normal otak yang merespon sinyal-sinyal dari luar. Kehidupan yang saya liat, akan di tangkap oleh mata berupa sinyal dan akan diteruskan ke otak untuk dikelola untuk menjadi sebuah ingatan. (cieee, bahasanyaaaa sains amat yak ? hahhaa)






Pernah mengalami De Javu ? setiap kita berada disuatu tempat, atau melihat suatu hal, kita pasti akan mengingat sesuatu seolah-olah terjadi kembali. Bukan ingat kejadiannya, tapi kita ingat orang yang bersama kita. Jalan ditempat ini, liat diseberang jalan, kita ingat dirinya, makan disini, makan disana ingat dirinya, beli ini beli itu, ingat dirinya. "Aku mengingatmu di dalam kesunyianku"... salah satu kutipan puisi yang pernah saya baca. Sedikit dramatis, bahkan sedikit lebay memang kata-kata itu, tapi sekali lagi "Inimi dibilang KEHIDUPANGA", bukan dibilang lebay, alay, dramatis, modus, maen-maen, gayanaji, tapi ini NYATA yang kita alami (kalo dak salah bahasa inggrinya NYATA itu "REAL" yah ?.... real steel... *ehh..) hhaha :P

tapi..
walaupun seberat apa ingatan kita terhadap sesuatu, suatu saat yang namanya manusia pasti akan lupa. Seindah apapun itu pasti tetap lupa. Entah mau dipaksa lupa atau tidak, pasti tetap terjadi. Otak kita itu seperti hardisk, punya kapasitas tertentu. Kalau full, pasti kita akan membersihkannya dengan men-delete file-file yang sudah tidak kita perlukan lagi. Namun, disisi lain, kita bisa membuat satu folder spesial walaupun kapasitas filenya rendah, tapi kita tidak akan menghapusnya. Itulah yang disebut dengan kenangan. Entah kenangan indah atau kenangan buruk, whatever... -_-. 

Perlu dicatat saya adalah salah satunya yang membuat folder spesial itu. Ingatan tentang dirimu InsyaAllah tidak akan saya lupakan, walaupun seberat apapun kuatnya kamu berusaha men-deletenya, saya akan tetap berusaha untuk me-restorenya. kita akan tetap berusaha menjalin tali silaturahmi, menjalin ukhwah persaudaraan, kemarin, hari ini dan esok. InsyaAllah. ^^v

Note.
Saya sebenarnya ndak cocok dengan tulisan-tulisan novel dramatis yang berkisah tentang percintaan, persahabatan, kesedihan, kebahagian dan sebagainya, itulah mungkin penyebabnya saya tidak memiliki sifat-sifat begitu, sehingga hidup saya hampa dan datar-datar kalau masalah begituan. *tragis amat yak ?! -_-, bahkan terkadang kalo saya temukan orang yang lagi baca novel atau nulis tentang kisah-kisah drama seperti itu, spontan saya pasti "Maccala" (baca: ngejek). hhahah :P





0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 QadryQade'
Theme by Yusuf Fikri