Kamis, Juli 14, 2016

let me hack my life !

Tak terasa seminggu Ramadhan telah beranjak meninggalkan kita. Banyak peristiwa juga kenangan yang mungkin tak terlupakan khususnya bagi pribadi sendiri. Berbagai macam aktivitas, kegiatan, event, serta tingkah laku dadakan yang terjadi spesial hanya selama bulan yang penuh rahmat tersebut.

Entah perasaan bagaimana yang mesti kita ambil ? Apakah harus berbahagia karena meraih kemenangan setelah berpuasa menahan godaan hawa nafsu selama 30 hari ? ataukah perasaan bersedih karena harus berpisah dan meninggalkan kekasih yang hanya datang sekali selama setahun lamanya ? :'(

Semoga kita semua masih bisa dipertemukan kembali dengan bulan maghfirah,bulan penuh ampunan, bulan Ramadhan. Sehingga bisa memaksimalkan serta menyempurnakan kembali aktivitas ibadah kita dengan sebaik mungkin.


Lah, terus apa hubungannya dengan judul tulisan let me hack my life

Yah, sesuai dengan judulnya, kali ini saya ingin menuangkan pikiran saya, apa yang akan mesti saya lakukan sehabis Ramadhan ini. Alhamdulillah, sehabis diberikan rezeki dan kesempatan untuk mengisi 1/2 Ramadhan di kota kebanggaan umat muslim. Dengan izin Allah dan petunjuk dari-Nya, saya menentukan niat dan tekad, yang sedari dulu saya galau (ciiiee.. galau :3) terus memikirkannya. Tak lain dan tak bukan adalah bagaimana langkah untuk meraih masa depan hidup saya. 

Cerita dimulai setelah saya menyelesaikan studi pascasarjana saya di bulan september 2015 kemarin. Ada begitu banyak plan yang terpikirkan dan telah saya tuliskan pada sebuah catatan kecil tertempel di sudut dalam kamar kosan lama. 

Namun, semuanya pun terkendala untuk diwujudkan secara langsung, disebabkan karena ketetapan Dikti (sebagai penyokong kehidupan saya selama kuliah) untuk berkewajiban mengabdi menjadi di Dosen di salah satu perguruan tinggi setelah menyelesaikan masa studi. Saya pun melaksanakan tugas tersebut, hingga suatu masa dan peristiwa saya memilih untuk meninggalnya. (Bagaimana cerita selama saya menjadi dosen pengabdian hingga memilih untuk resign, saya akan posting pada thread2 berikutnya). 

Tibalah Ramadhan kemarin, saya diberikan rezeki dan kesempatan untuk berdoa memohon petunjuk Allah apa yang sebaiknya saya lakukan dalam mengganti ataupun mewujudkan niat-niat saya yang telah ada sebelumnya. 

 So, let me write down what i'll do for hacking my live. 

1). Niat bekerja pada perusahaan swasta asing. 
Mungkin sebagian mahasiswa ataupun mahasiswi yang telah lulus dari masa kuliahnya, akan memilih untuk mencari sebuah pekerjaan yang layak untuk melanjutkan hidupnya. Hal itupun pernah terlintas dalam benak saya. Bahkan, beberapa bulan lalu saya telah mengirimkan 2 lamaran pekerjaan pada 2 perusahaan asing yang cukup memiliki nama di tanah air ini. Menurut rencana awal, hasil seleksi berkas calon pelamar akan diumumkan Agustus ini. 

Namunsaat ini saya mengurungkan niat saya untuk bekerja menjadi seorang pegawai ataupun seorang buruh. Setelah berbagai macam angin berhembus baik dari dalam maupun dari luar (baca; pikiran dan alasan) saya mengambil keputusan untuk tidak memilih menjadi seorang pekerja pada sebuah perusahaan (saat ini). Alasan klasik dan yang paling mendukung keputusan ini ialah "saya ingin bebas bergerak"

2). Melanjutkan Studi (S3).
Selain niat untuk bekerja, hal yang terus berada dalam benak saya hingga sebelum ramadhan kemarin ialah melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi (S3). Sejak memutuskan untuk berhenti menjadi pengajar (sejenak), saya nekad kembali berangkat ke Pare-Kediri, pusat perkampungan bahasa Inggris yang ada di pulau jawa, tidak lain untuk belajar bahasa inggris dan mengejar nilai IELTS sebagai kebutuhan untuk melanjutkan studi saya.

2 bulan setelah proses pembelajaran, setelah akhirnya melalui tes IELTS yang cukup menguras pikiran dan kantong, alhamdulillah saya mendapatkan nilai "pas-pasan" untuk mencoba mengajukan LoA di beberapa kampus di luar negeri. Dengan informasi dan dukungan dari Pembimbing TA kemarin, alhamdulillah saya mendapatkan 2 LoA dari 2 kampus berbeda di Belanda dan Jepang.

Namun, lagi-lagi saya merenung hingga akhirnya menunda untuk melanjutkan pendidikan saya sementara demi sebuah alasan yang mungkin sebagian orang di sekitar saya tidak menduga hal tersebut.

3). Nikah... hmmm....
Nikah !? hahaha... Bagi pria dengan umur udah seperempat abad, yang telah menyelesaikan studinya, bukan lagi rahasia jika sebagian telah berpikir untuk melanjutkan ke tahap pernikahan. Saya tak bisa membohongi diri saya, kalau memang pikiran untuk nikah ini pernah hinggap terbayang-bayang di kepala saya.

Namun lagi-lagi saya harus memaksa diri saya untuk menghapus kata "nikah" dari perbendaharaan kata di otak saya untuk sementara. Yah, alasannya klasik, belum ada rezeki, belum ada jodoh, belum siap, dsb... :p. Dan yang paling penting karena sebuah syarat dari sebuah alasan yang mengharuskan saya untuk tidak menikah :).

4). Mencoba sesuatu hal yang sudah lama saya impikan.
Yah, mungkin pilihan yang ke-4 ini adalah sebuah alasan yang dari tadi saya singgung tidak jelas pada pilihan-pilihan sebelumnya. Sebuah alasan yang mungkin sebagian orang tidak mengerti mengapa saya memilih pilihan ini. Tidak lain menjadi seorang "Pengajar muda gerakan Indonesia mengajar". 
Image result for Logo Indonesia mengajar
Gerakan Indonesia Mengajar bukan lah hal baru, hingga kini telah 12 angkatan yang telah berangkat dan menyelesaikan hutang mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun bagi saya, menjadi pengajar muda ialah cita-cita yang telah lama mimpikan sejak duduk di bangku kuliah semester 3 program sarjana.

Dan alhamdulillah, di akhir bulan ini, setelah serangkaian proses seleksi, saya bisa mewujudkan mimpi saya itu :')


Lantas, Bagaimana dan mengapa saya memilih Indonesia Mengajar untuk melanjutkan drama hidup saya akan saya jelaskan pada thread selanjutnya... :')

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright 2035 QadryQade'
Theme by Yusuf Fikri